Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Aku Suka Saat Aku Bersama Anak Itu

Aku suka saat aku bersama anak itu. Haruskah aku sebutkan bahwa dia bukan sosok yang pintar, mungkin juga dia masih bisa aku ajak main komedi putar. Walaupun setelahnya dia mengumpat, “Dasar kekanakan,” ucap manusia yang merengek ingin bergandengan di tangga jalan. Kadang juga bergelendotan, membuatku merasa bahwa selain berpacaran, aku juga seperti membawa monyet Ragunan. Aku suka saat aku bersama anak itu. Rambutnya yang tidak selalu tertata, bajunya yang kembali kusut padahal sudah disetrika, senyumnya yang masih ia usahakan padahal sudah lelah dengan pekerjaan, keningnya yang mulai mengerut karena merasa tidak mendapatkan pelukan, diamnya yang kadang membuatku keheranan sekaligus kesepian, atau marahnya yang kadang aku pikir bahwa ia sedang kerasukan gorengan bakwan. “Haruskah aku bawa ke orang pintar?” pikirku dengan ide yang tidak masuk akal. Setiap kali ia mengomeliku karena kesal. Namun, setelahnya kami akan berbaikan, tentu saja dengan banyak penjelasan. Karena tidak baik jik...

Postingan Terbaru

Surat dari Sang Pelita untuk Amara

Evaporasi

Rotasi yang mesti

Bagian dari Titik Temu